Opinion About Moratorium CPNS

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

Seperti kita ketahui bersama bahwa di lingkungan STKS Bandung ini terdapat 2 daerah (Sulawesi Selatan dan Bangka Belitung) yang menekan MoU Ikatan Dinas (ID daerah) dengan STKS Bandung sejak angkatan 2007. Mereka rencananya setelah lulus akan langsung diangkat menjadi CPNS di daerahnya masing-masing tanpa melalui tes secara umum. Tahun ini merupakan lulusan perdana dari MoU sejak tahun 2007 silam, padahal mulai tahun ini juga telah diberlakukan melalui SKB 3 Menteri (MenKeu, MenPan&Rebir, dan Mendagri) tentang Moratorium CPNS sejak 1 September hingga 31 Desember 2012 nanti.

Lalu bagaimanakah nasib mereka..?? Tentu, saya secara pribadi tidak terlalu paham mengenai sistem birokrasi yang tengah dijalankan di masing-masing daerah tersebut. Namun paling tidak saya dapat memberikan pandangan tentang fenomena ini yang tentu saja menurut pandangan subjektif saya dalam kapasitas sebagai sesama mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.

  • Mengenai Moratorium itu sendiri, saya secara pribadi sangat menyetujuinya dikarenakan fakta yang dikemukakan oleh Pak Gamawan Fauzi (Mendagri) bahwa saat ini belanja pegawai di 294 kabupaten/kota lebih dari 50 persen APBD. Di 116 kabupaten/kota malah mencapai lebih dari 60 persen. Bahkan, ada daerah yang mengalokasikan belanja pegawai lebih dari 70 persen dari APBD. Ini suatu hal yang mengerikan, padahal seharusnya porsi belanja untuk pegawai tidak boleh lebih besar dari belanja publik atau anggaran yang digunakan untuk pelayanan publik dan pembangunan. (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/08/24/15160572/SKB.Moratorium.PNS.Resmi.Ditandatangani)
  • Moratorium CPNS bukanlah segalanya bagi mahasiswa STKS Bandung. Ya, mungkin agak berat bagi teman-teman dari Sulsel dan Babel yang sudah tidak sabar untuk mengabdikan dirinya bagi Pemda setempat. Namun, kan hanya moratorium, bukan tidak boleh jadi CPNS kan..?? So, inilah waktunya untuk berpikir kritis dan kreatif. Ilmu pekerjaan sosial itu cukup luas untuk diterapkan dan bervariasi pula dalam pola penerapannya. Coba kita pikirkan bersama, profesi pertolongan kemanusiaan masih dan sangat dibutuhkan oleh banyak pihak. Mulai dari lini terkecil (desa), hingga NGO bertaraf internasional saat ini membutuhkan seorang Pekerja Sosial yang profesional. Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah kita siap sebagai alumni STKS Bandung untuk diadu dengan alumni-alumni Kessos lainnya di seluruh Indonesia (bahkan dunia)? Sudah saatnya mengaca diri, jangan mudah puas dan mari terus meningkatkan kapasitas sebagai calon Peksos sejati.

Sebuah pendapat dari Muhammad Joe Sekigawa dalam diskusi perdana SSWD pada Jum’at sore, 16 September 2011

Categories: Diskusi Panel, Social Phenomenon Response | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: