Moratorium CPNS di Indonesia

Kita ketahui bersama bahwa Moratorium CPNS telah disahkan oleh SKB 3 Menteri (Mendagri, Menpan, dan Menkeu) pada tanggal 24 Agustus 2011 yang lalu. Moratorium atau penghentian sementara mengenai penerimaan CPNS telah berlaku sejak tanggal 1 September 2011 hingga 31 Desember 2012. Berdasarkan keputusan tersebut, maka alumni STKS Bandung yang berstatus Ikatan Dinas (ID) daerah terkena dampaknya. Bagaimana menyikapi hal ini? Tentu sebagai mahasiswa kita memiliki pandangan dan pendapat yang beragam. Karenanya Scientific Social Work Discussion telah membahas dan hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya, kami setuju dengan adanya moratorium CPNS. Hal ini melihat kenyataan bahwa di 294 kota/kabupaten menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk belanja pegawai lebih dari 50 persen, di 116 kota/kabupaten menggunakan APBD lebih dari 60 persen, dan beberapa daerah bahkan menggunakan APBD lebih dari 70 persen. Artinya telah banyak pemborosan dana APBD untuk belanja pegawai saja.
  2. Kami memandang bahwa moratorium ini juga perlu agar pemerintah selama masa moratorium itu melakukan berbagai terobosan baru untuk membenahi sistem kepegawaian mulai dari rekruitmen/penerimaan, penyebaran/penempatan, dan tentu saja mendisiplinkan para PNS-nya untuk lebih menyadari akan pentingnya sikap “melayani” masyarakat.
  3. Kami juga memandang bahwa seharusnya pemerintah tidak “malu-malu” untuk memberikan klarifikasi mengenai penyebab dilakukannya moratorium dan tujuan dari dilaksanakannya moratorium tersebut.
  4. Membandingkan antara STKS Bandung dengan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) lain di Indonesia. PTK-PTK tersebut tetap menerima mahasiswa Ikatan Dinas karena memang mereka akan diserap keahliannya setelah 4 tahun mendatang (pasca lulus), sedangkan moratorium hanya 16 bulan. Artinya, setelah mereka lulus, moratorium sudah dicabut, jadi tidak ada pengaruhnya sama sekali. Dan untuk penyerapan ke-CPNS-nya kenapa masih berjalan, karena mereka memang akan disebar ke daerah-daerah yang formasinya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.
  5. Moratorium ini sifatnya tidak harus mutlak, karena ada pula daerah-daerah lain yang ternyata masih sangat kurang pegawai. Artinya pemerintah harus mempertimbangkan hal tersebut untuk kemudian memberikan kebijakan yang tidak merugikan daerah dan malah akan membantu kinerja pemerintah.
  6. Pada akhirnya, SSWD memberikan saran bagi teman-teman dari STKS Bandung yang tahun ini tidak langsung diangkat menjadi CPNS, bisa melakukan alternatif sebagai berikut:  1)Melanjutkan ke jenjang S2; 2)Menyentuh ranah lain seperti entrepreneur, bergabung di LSM/NGO, dan hal-hal/kegiatan yang menggunakan ilmu pekerjaan sosial; 3)Tidak perlu terlalu terlena dengan kekecewaan akan adanya moratorium ini, namun harus segera bangkit untuk memikirkan hal positif lain demi kemajuan diri.

Hasil diskusi pada Jum’at sore, 16 September 2011

Diterbitkan pada Senin pagi, 19 September 2011 at 10.53wib

FILE DAPAT DIDOWNDLOAD DI SINI SSWD#1_16 Sept 2011_Moratorium CPNS di Indonesia

Peserta Diskusi: 1)Joko Setiawan; 2)Abd Muhni Salam; 3)Anisa Amalya Mukti; 4)Erna Dwi Susanti

===

Categories: Publikasi Hasil Diskusi, Social Phenomenon Response | Tags: , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Moratorium CPNS di Indonesia

  1. Reblogged this on .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: