Menilik Aktivitas Mahasiswa STKS Bandung

P U B L I C A T I O N

SCIENTIFIC SOCIAL WORK DISCUSSION

“Menilik Aktivitas Mahasiswa STKS Bandung

SSWD Edisi #006, Tahun #I 21 Oktober 2011

Sejenak muncul satu greget  dari rekan-rekan SSWD untuk mengangkat tema tersebut. Tidak terlalu asing dan mungkin menjadi sesuatu yang kurang diminati oleh banyak orang. Namanya juga aktivitas atau kesibukan, jadi sudah bisa dipastikan lah akan menjadi suatu hal yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Tapi di sana kita menaruh sepucuk keoptimisan dan ternyata benar, satu kunci kami temukan di sana. Aktivitas mereka jualah yang menentukan seperti apa STKS. Seperti apa sistem STKS, karena mahasiswa adalah bagian dari subsistem STKS. Bukankah begitu guys?

Oke, ini ada beberapa poin yang ingin kami sharekan dengan rekan-rekan semua dari apa yang kami hasilkan di diskusi SSWD hari Jum’at 21 Oktober 2011 kemarin. Let’s check it out…..!

Mahasiswa dengan isu  melembaga yang harus ditorehkan, yakni sebagai seorang pengendali perubahan, agen of change dan lain sebagainya. Isu yang sepertinya akan tetap berakhir sebagai isu. Sedikit ah, mau meneropong aktivitas yang ada di kalangan mahasiswa STKS Bandung. Namanya juga dari banyak orang, dengan 10 akal pemikiran turut bersuara kemarin jum’at.

Seorang mengangkat suara, “aktivitas anak-anak STKS itu biasa-biasa aja, mereka tidak suka buat masalah, fine, dan masih dalam tahap kewajaran”. Oke, save. Lanjut ada yang mengemukakan, “kalo menurut pendapat saya, anak-anak STKS kurang aktif deh, mereka banyak yang memilih untuk sekedar kuliah-pulang, kuliah-pulang. Cantiknya disebut KUPU-KUPU”. Ayyey \ \(*_*)//…. Ada anggukan universal di sana. Bertanda hampir seluruh anggota SSWD menyetujuinya. Mahasiswa STKS kurang aktif. Oke, kita save lagi. Penyampaian satu-dua-tiga-dan seterusnya hampir sama. Berorientasi pada Mahasiswa yang kurang mau aktif entah itu dalam aktivitas dalam kampus (UKM, maupun di bangku kelas) dan di kegiatan luar kampus. Tragis ya?

Oke, ada satu pendapat yang terakhir atas tanggapan dari penilikan terhadap aktivitas Mahasiswa STKS. Pendapatnya dirangkum sebagai berikut: Mahasiswa STKS itu tersusun atas 3 lapisan. Pertama, lapisan Apatis, siapa itu? Yakni mereka yang acuh pada keadaan kampus, entah kampus mau berkembang, mundur atau tetap dia tidak mau peduli. Kuliah hanya sebatas mengisi absen, dan pulang. Jangankan prestasi di kelas, untuk permasalahan tugaspun mereka hanya sekedar absen. Aneh? Tapi  inilah keadaannya. Kedua, lapisan Hanif, siapa mereka? Ya, merekalah orang-orang yang memiliki kepedulian pada lingkungan, mereka yang tidak mudah puas dengan keadaan. Mereka ada kepedulian pada lingkungan akan bisa dipastikan kalau sebelumnya mereka juga memiliki kepedulian pada diri sendiri. Mereka memikirkan dengan pasti apa tugas-tugas di bangku kuliah, mau menyibukkan diri dengan aktivitas tambahan yang positif dan lain sebagainya. Ketiga, lapisan bimbang. Siapa itu? Yakni mereka yang ikut-ikutan kawula yang banyak aja. Di mana kebanyakan orang melakukan di sana pula dia juga akan ikut melakukan. Canggih.!!! ^^ Bagaimana tidak? Mereka akan terombang-ambing pada keadaan.

Oke kawan di mana posisi kita sekarang? Silahkan kita evaluasi dan hanya diri kita masing-masing sajalah yang tahu siapa kita sebenarnya. Jika memang masih ada keinginan untuk berubah, ayo segera kita berbenah. Namun jika sudah merasa cukup dengan kondisi yang ada sekarang, bertanyalah. Benarkah kita sudah siap dengan segala penyesalan sebagai konsekuensi yang harus kita terima? Hamasah. Dari ketiga lapisan tersebut ada sedikit analisa yang team SSWD lakukan. Dan ini ada kesimpulan dan tawaran solusi dari kami:

Lapisan hanif, OK sepertinya tinggal menjaga dan merawatnya saja. Dan untuk lapisan bimbang, mereka tidak akan pernah salah dalam kebimbangannya kalau yang ada hanya orang hanif semua, berarti yang menjadi big problem saat ini adalah lapisan yang apatis. Lapisan yang acuh pada perubahan, dan merasakan bergerak atau tidak adalah suatu yang biasa-biasa saja. Ada satu kemungkinan di sini. Mereka terlampau dimanjakan oleh keadaan. Ayyey… \\(*_*)//….

Kenapa ada yang apatis? Yang SSWD simpulkan:

  • Tidak adanya semangat menginjak kaki di kampus dengan antusias penuh seorang mahasiswa. Karena orientasi “mendapatkan nilai di STKS” itu mudah. Jadi buat apa bersusah-susah dan membuang energi sia-sia untuk suatu aktivitas yang tidak menguntungkan ‘dalam tempo dekat’. Bukankah kuliah hanya sebatatas untuk mendapatkan ijazah? Kalau jaminan perolehan nilai itu mudah lantas kenapa mesti bingung-bingung lagi? Nikmati keadaan.

Solusinya: Merubah stereotype yang ada di kalangan mahasiswa bahwa IP ataupun nilai yang akan di dapat itu sebanding dengan besaran usaha yang dilakukan. Dan sepertinya ini tidak akan berlangsung lancer ketika hanya upaya penyadaran dari kalangan mahasiswa saja. Dosen yang bersangkutan juga dihimbau untuk meningkatkan standar penilaian dan optimalisasi dalam pembelajaran.

  • Mentalitas yang kurang terdukung dengan lingkungan. Ayo selangkah kita adakan studi banding dengan kampus-kampus yang lain. Bagaimana keadaan lingkungan dan persaingan antar mahasiswa dalam mewujudkan kata ‘berprestasinya’? segenap took-toko buku yang berjejer dipenuhi oleh mahasiswa, malam mingguan juga dihabiskan bersama buku bacaan dan buku bacaan. Ayyey… \\(*_*)//. Dan bagaimana dengan STKS?

Solusinya: Wujudkan persaingan yang sehat. Terapkan prinsip “kalau mereka bisa kenapa saya tidak?”

  • Teori “menggampangkan” kembali lagi, inilah yang belum bisa lepas dari pandangan kami. Memang dari langkah awal untuk bergabung dengan STKS bisa dikatakan adalah satu hal yang ‘mudah’. Seleksi masuk yang dinilai kurang ‘ekstrim’ dan sebagainya, nampaknya ini juga membawa tampak sejarah bagi keinginan dan perilaku mahasiswa sekarang. Yang asal-asalan pun juga bisa, dan wajar kalau di kampus pun juga ada prinsip ‘asal-asalan pun juga bisa’

Tetapkan langkah kalian. Pilih dan jadikanlah diri kalian ke dalam golongan yang LUAR BIASA. Kalau ada bait kata yang tidak mengenakkan mohon dimaafkan karena ada satu harapan di sini, agar`kita kembali untuk menapaki kesadaran dan kembali “jadilah mahasiswa yang benar-benar mahasiswa” \\(*_*)// Ayyey…

Salam kepedulian dari kami anak-anak SSWD. Kami menunggu partisipasi rekan-rekan dalam agenda diskusi hari Jum’at mendatang tgl 28 Oktober 2011 di taman rumput, timur ruang Dosen…

Demikianlah hasil diskusi Tim SSWD kali ini. Mari sinergikan hati untuk memaknai Pekerjaan Sosial tidak hanya sebagai profesi melainkan juga sebagai bentuk pengabdian kita terhadap bangsa tercinta. Semangat memanusiakan manusia! Salam semangat tak kunjung padam by SSWD Team Members ^_^

Peserta SSWD #6: Muhammad Joe Sekigawa (‘08), Abd Muhni Salam (‘09), Erna Dwi Susanti (‘09), Dik Hidayat (Sp-1 ‘11), Ima Ekasari (’09), Rendiansyah Putra Dinata (’09), Fadly Yulianto (’09), Esthi Lanjarsari (Alumni STKS ’11), Dyah Ayu Yunitaningrum (’11), dan  Evi Yulianti (’11). Kami menunggu Partisipasimu Kawan. . . .!!!!

FILE PUBLIKASI SSWD #4 dapat DIDOWNLOAD dan DISEBARLUASKAN PUBLICATION #6 Menilik Aktivitas Mahasiswa STKS Bandung

NB: Scientific Social  Work Discussion (SSWD) is an open discussion group for STKS’s students that has 2 focuses: 1)Science Development of Social Work and 2)Social Phenomenon Response by Social Work Perspective.

Categories: Publikasi Hasil Diskusi | Tags: , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Menilik Aktivitas Mahasiswa STKS Bandung

  1. Reblogged this on .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: