Potential and Source System for STKS’s Students

P U B L I C A T I O N

SCIENTIFIC SOCIAL WORK DISCUSSION

“Potential and Source System for STKS’s Students”

SSWD Edisi #013, Tahun #III 22 Februari 2013

            Scientific Social Work Discussion (SSWD) kembali berdiskusi pada hari Kamis, 20 Februari 2013. Tepat pukul 16.30 wib. Tema diskusi kali ini adalah potential and source system for STKS’s students yang diartikan potensi dan sistem sumber yang dapat diakses oleh mahasiswa STKS. Tema yang sangat simple, tetapi sangat penting atau sangat berguna bila ditelisik lebih jauh. Diawali dengan pemaparan mengenai banyaknya potensi dan sistem sumber yang ada di kampus yang dapat diakses oleh mahasiswa. Kita mencoba untuk mendiskusikan 1. Bagaimana karakteristik mahasiswa STKS sampai kenapa mahasiswa tidak mau mengakses potensi dan sistem sumber yang ada di kampus, 2. Apa saja sistem sumber yang dapat diakses oleh mahasiswa?, 3. Potensi yang ada di mahasiswa itu sendiri. Dalam diskusi kali ini mungkin kita tidak banyak mengkritik lembaga tetapi kita lebih bercermin pada mahasiswa itu sendiri, ada keselahan apa pada mahasiswa itu kenapa dia hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Karena sebelum mengkritik lembaga kita mencoba untuk mngkritik diri sendiri.

Peserta SSWD#13_22 Feb 2013

Mengenai karakteristik mahasiswa STKS, mungkin kalian juga tahu bagiamana sich karakteristik mahasiswa STKS itu. Kalian lihat diri kalian sendiri atau teman-teman kalian bagaimana karakteristik mereka. Mungkin ada dari sebagian kalian yang gak peduli dengan itu, tapi ini penting untuk ditelisik agar kita mengetahui apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menggali potensi dalam diri kita dengan memanfaatkan sistem sumber yang ada. Karakteristik itu salah satunya adalah kebanyakan mahasiswa yang hanya mengejar IP (Indeks Prestasi) atau hanya mengejar nilai akademik. Tidak munafik memang saat kita mendapat nilai bagus atau kita bisa mendapat IP tertinggi di kampus itu menjadi sebuah kebanggaan. Tetapi apakah hanya dengan IP yang bagus itu kalian sudah merasa puas? Apalah arti sebuah IP 4,0 tanpa ada implementasi yang bagus di masyarakat?? Masyarakat gak butuh IP kalian kok, kita ini pekerja sosial yang harus bisa memasyarakatkan masyarakat. Mungkin kalian menguasai teori dengan baik tapi teori itu gak cukup kalian harus mengkaji di lapangan.

Karakteristik yang kedua adalah bahwa antusias, minat ataupun ketertarikan mahasiswa dengan kampus STKS itu kurang. Banyak dantara kita selalu cuek dengan apa yang ada di kampus atau ada hal yang berhubungan dengan kampus. Termasuk minat untuk membaca publikasi pun kurang. Setiap ada kegiatan dan pengumuman di mading (majalah dinding) ataupun di depan kampus sudah dipasang poster/baliho yang gede pun tetap saja ada mahasiswa gak tahu kalau di kampusnya itu ada kegiatan (maaf bukan bermaksud untuk menggurui, hanya memberi informasi). Kenyataannya, saat acara IF-KMM (Islamic Fair-Keluarga Mahasiswa Muslim) kemarin misalnya, padahal di depan kampus, di depan aula, di mading, sudah ada pengumuman yang sangat jelas sekali, dan pada saat acara sudah dimulai pun masih ada mahasiswa yang bertanya ”ada cara apa di sana?”.

Hmmm.. sungguh memprihatinkan, kemana saja memang kalian selama ini sampai-sampai untuk membaca poster segitu aja gak ada waktu. Atau memang sengaja gak peduli. Beginikah sikap yang harus dimiliki calon pekerja sosial? Sikap individualismenya masih tinggi. Padahal kita sebagi pekerja sosial dituntut untuk peka dengan apapun yang ada di masyarakat, dan sebelum ke masyarakat cobalah untuk peka ataupun respect terhadap lingkungan terdekat kita dulu. Bagaimana kita bisa peka terhadap masyarakat kalau dalam lingkungan sendiri aja sudah tidak peduli. Karakteristik  yang selanjutnya adalah tidak maunya mahasiswa untuk mengkaji permasalahan. Setiap ada isu mahasiswa tidak pernah mengkaji isu terlebih dahulu tetapi langung mengambil tindakan. Misalnya pada saat mahasiswa berdemo saat ada isu kenaikan uang SPP, mereka yang berdemo tak pernah mengkaji terlebih dahulu kenapa SPP itu dinaikkan tetapi mereka langsung berdemo dan berdemonya pun hanya asal demo. Coba kalau mahasiswa sebelum melakukan demo itu mengkaji penyebab permasalahan atau penyebab kenaikan harga terkait.

Setelah kita  melihat,mengkaji bagaimana karakteristik mahasiswa kemudian kita mendiskusikan lagi tentang sistem sumber apa saja yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam perkembangan kampus STKS tercinta ini. Dan diskusi berlangung sangat menarik. Di STKS ada yang namanya UKM dan OKM. Ada 24 UKM yang terdaftar dalam kampus, tetapi masih saja ada mahasiswa yang sama sekali tidak mengikuti UKM. Kemudian kita bertanya apa sich penyebabnya kalian tidak mengikuti UKM? Apakah semua UKM tidak ada yang sesuai dengan minat kalian? Kenapa kalian tidak mencoba untuk bergabung atau mencari tahu tentang UKM itu agar kalian tahu dimana minat kalian. UKM merupakan salah satu sistem sumber yang dapat dimanfaatkan yang ada di dalam kampus. Ada juga beberapa sistem sumber yang di luar kampus atau di luar dari UKM yang dapat diikuti.

  1. FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia). FMKI merupakan organisasi yang menggabungkan semua PTK-PTK yang ada di Indonesia. Jadi kalau kalian ingin punya teman dari PTK lain atau ingin mengetahui PTK lain itu seperti apa masuk saja ke FMKI. Karena FMKI mempunyai banyak kegiatan seperti Desa Sejahtera, Sekolah Binaan FMKI, Grasi(gerakan anti Korupsi).
  2. KSKT (Kelompok Studi Karang Taruna). Sebuah kelompok yang ingin mengembangkan karang taruna dimasyarakat dan membuat sebuah kebijakan tentang karang taruna. Dimana tujuannya adalah agar mereka dapat berkembang di dalam masyarakat.
  3. FORKOMKASI (Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia). Merupakan perkumpulan mahasiswa-mahasiswa seluruh Indonesia yang studi di bidang kesejahteraan sosial.
  4. 3-C (Child Care Comunity). Sebuah komunitas yang bergerak menangani anak-anak jalanan. Biasanya dengan mengajak anak-anak jalanan.
  5. SATU. Sebuah perkumpulan orang yang peduli dengan anak, bedanya sama 3-C adalah kalau 3-C hanya fokus pada anak jalanan kalau SATU menangani semua permasalahan anak. Pokoknya semua yang berhubungan dengan anak.
  6. Kelompok Terapis. Merupakan perkumpulan mahasiswa yang ingin belajar tentang ilmu-ilmu terapi.

Itulah beberapa kegiatan yang berada di luar kampus tapi sangat bermanfaat apabila kita bisa bergabung dengan salah satu kegiatan itu. Selain kita bertambah pengalaman akan ada ilmu yang diperoleh dan sangat bermanfaat bagi kita semua. So, apalagi yang Kamu cari, kalaupun tidak ada yang sesuai dengan minat teman-teman, teman-teman bisa membuat unit kegiatan sesuai dengan keinginan kalian kok, asalkan itu positif dan memberikan dampak yang baik. Kalian memiliki potensi yang tinggi. Kita punya 24 jam setiap hari dan gak mungkin kalau dalam 24 jam itu kita kuliah terus. Pasti kita punya banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan berguna untuk kita ke depannya. Dekatnya tempat tinggal dengan kampus juga merupakn potensi yang bisa dimanfaatkan. Sebagian besar dari kita bertempat tinggal dekat dengan kampus, jadi kita bisa mengikuti kegiatan di kampus mengingat jaraknya kampus dan tempat tinggal yang dekat. Setidaknya ada hal baru yang kita dapat saat kita mengikuti kegiatan itu.

Secara keseluruhan, kesimpulan hasil diskusi SSWD dengan tema potensi dan sistem sumber untuk mahasiswa STKS dan membuat solusi agar mahasiswa itu mau menggali potensi yang ada pada diri mereka dan memanfaatkan sistem sumber yang ada. Cara yang pertama adalah lembaga harus memfasilitasi tempat untuk mahasiswa karena penyediaan sarana dan prasarana bagi mahasiswa yang mau membuat kegiatan itu kurang. Solusi yang kedua adalah BEM sebagai penampung aspirasi mahasiswa harus bisa mem-follow up seluruh mahasiswa STKS. Kewajiban BEM itu mengumpulkan seluruh perwakilan UKM kemudian membicarakan tentang masing-masing UKM. BEM harus lebih care atau tahu apa yang dibutuhkan mahasiswa sekarang itu apa, selama ini kepengurusan BEM yang baru belum membuat sebuah gebrakan yang baru yang bisa menyatukan mahasiswa STKS. Dan DPM harus membuat form terhadap mahasiswa tentang minat mereka.

So, kita sebagai mahasiswa STKS berpartisipasi lah kawan dalam segala kegiatan di kampus tercinta ini, jangan apatis. Mari kita tunjukan bahwa mahasiawa STKS BISA!!!

FILE PUBLIKASI SSWD#13 dapat DIDOWNLOAD dan DISEBARLUASKAN SSWD#13_22 Feb 13_Potential and Source System for STKS’s Students

Peserta SSWD #13: Fadly Yulianto(’10), Evi Yulianti(’11), Nisa Nurfitha(’11), Agustin Amela Santi(’11), Ibhen(’10), Ana(’11).

Kami menunggu Partisipasimu Kawan. . . .!!!!

NB: Scientific Social  Work Discussion (SSWD) is an open discussion group for STKS’s students that has 2 focuses: 1)Science Development of Social Work and 2)Social Phenomenon Response. Will be held every Thursday afternoon from 4.00pm until 5.45pm.

Hasil diskusi pada Kamis sore, 22 Februari 2013

Categories: Publikasi Hasil Diskusi, Science Development | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Potential and Source System for STKS’s Students

  1. bukanperantau

    Wow saya suka tulisannya, semangat teman2..

  2. Reblogged this on .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: